Suatu
sistem pengertian atau konseptualisasi yang diorganisasikan secara
logis, dan diperoleh melalui jalan (pendekatan) yang sistematis, biasa
disebut sebagai teori, macam-macam teori perkembangan antara lain:
a. Teori Empirisme
Tokoh utama teori ini adalah
Francis Bacon (Inggris 1561-1626) dan John Locke (Inggris 1632-1704),
berpandangan bahwa pada dasarnya anak lahir ke dunia; perkembangannya
ditentukan oleh adanya pengaruh dari luar, termasuk pendidikan dan
pengajaran. Pendidikan atau pengajaran anak pasti berhasil dalam
usahanya membentuk lain dari teori ini adalah :
- Teori
Optimisme (pedagogis optimisme) dengan alasan adanya karena teori ini
sangat yakin dan optimis akan keberhasilan upaya pendidikan dalam
membina kepribadian anak
- Teori yang berorientasi lingkungan (enviromentalisme), dinamakan demikian karena lingkungan lebih banyak menentukan terhadap corak perkembangan anak
- Teori
Tabularasa: karena paham ini mengibaratkan anak lahir dalam kondisi
putih bersih seprti meja lilin (tabula/ table = meja; rasa = lilin)
b. Teori Nativisme
Shopenhauer (Jerman 1788-1860) mengemukakan bahwa anak lahir telah dilengkapi pembawaan bakat alami (kodrat). Dan pembawaan (nativus = pembawaan) inilah yang akan menetukan wujud kepribadian seorang anak.
Istilah lain dari aliran ini disebut dengan :
- Teori Pesimisme (Pedagogis-pesimistis), karena teori ini menolak, pesimis terhadap pengaruh luar
- Teori Biologisme, disebabkan menitikberatkan pada faktor biologis, faktor keturunan (genetic) dan kostitusi atau keadaan psikolofisik yang dibawa seajak lahir
c. Teori Konvergensi
Konvergensi (converg
= memusatkan pada satu titik; bertemu). Teori ini penganjur utamanya
adalah Williams Stern dibantu istri setianya Clara Stern. Diungkapkan
bahwa perkembangan jiwa anak lebih banyak ditentukan oleh dua faktor
yang saling menopang. Yakni faktor bakat dan faktor pengaruh lingkungan
d. Teori Rekapitulasi
Rekapitulasi (recapitulation) berarti ulangan, yang dimaksudkan bahwa perkembangan jiwa anak adalah hasil ulangan dari perkembangan seluruh jiwa manusia
Seorang manusia akan mengalami tingkatan masa sebagai berikut :
a. Masa berburu (merampuk) sampai umur ± 8 tahun, rupa kegiatannya antara lain : menangkap binatang, bermain panah, main pistol-pistolan dan lain-lain
b. Masa menggembala ± 8-10 tahun, seorang anak senang memelihara binatang, ikan kambing dan lain-lain
c. Masa bertani ± 10-12 tahun, suka berkebun memelihara dan menanam tanaman, bunga dan lain-lain
d. Masa berdagang ± 12-14 tahu, gemar bermain pasar-pasaran, tukar-menukar perangko, tukar gambar dan lain-lain
e. Masa industri 14 tahun keatas, anak mulai mencoba berkarya sendiri, membuat mainan, membuat kandang merpati, dan lain-lain
e. Teori Psikodinamika
Berpendapat
bahwa perkembangan jiwa atau kepribadian seseorang ditentukan oleh
komponen dasar yang bersifat sosioefektif, yakni ketegangan yang ada
didalam diri seseorang itu ikut menemukan dinamikanya ditengah-tengah
lingkungannya
f. Teori Kemungkinan Berkembang
Teori ini disampaikan oleh Dr. M.J. Langeveld salah seorang ilmuan dari Belanda. Teori ini berlandaskan pada alasan-alasan :
a. Anak adalah makhluk manusia yang hidup
b. Waktu dilahirkan anak dalam kondisi tidak berdaya, sehingga ia membutuhkan perlindungan
c. Dalam perkembangan anak melakukan kegiatan yang bersifat pasif (menerima) dan aktif (eksplorasi)
g. Teori Interaksionisme
Menurut teori ini, perkembangan jiwa
atau perilaku anak banyak ditentukan oleh adanya dialektif dengan
lingkungannya. Maksudnya, perkembangan kognitif seorang anak bukan
merupakan perkembangan yang wajar, melainkan ditentukan interaksi budaya
Read more: MASALAH, TEORI, DAN HUKUM PERKEMBANGAN (PSIKOLOGI PERKEMBANGAN USIA DINI )|EDUCATION FOR OUR COUNTRY - PENDIDIKAN UNTUK NEGERI KITA
www.papantulisku.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar