berikut inilah faktor yang mempengaruhi belajar tentang faktor yang
mempengaruhi belajar artikel faktor yang mempengaruhi belajar - Faktor yang mempengaruhi belajar
ada beberapa faktor yang menjadi penghambat keberhasilan studi, yaitu:
Merupakan penghambat yang berasal dari dalam diri mahasiswa itu sendiri.
Menurut Slameto faktor intern ini terdiri dari tiga faktor, yaitu:
faktor jasmaniah, faktor psikologis dan faktor kelelahan.
A. Faktor Jasmaniah
1) Faktor kesehatan
Proses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatannya terganggu atau
kurang baik, selain itu juga ia akan cepat lelah, kurang bersemangat,
mudah pusing, ngantuk jika badannya lemas, kurang darah ataupun ada
gangguan-gangguan/ kelainan-kelainan fungsi alat inderanya serta
tubuhnya.
2) Cacat tubuh
Cacat tubuh adalah sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang
sempurna mengenai tubuh. Cacat disini dapat berupa buta, setengah buta,
tuli, setengah tuli, patah kaki, patah tangan, lumpuh dan lain-lain.
Keadaan tubuh yang cacat tubuh juga mempengaruhi belajar. Siswa yang cacat belajarnya juga terganggu.
B. Faktor Psikologis
Ada tujuh faktor yang yang termasuk dalam faktor psikologis yang
mempengaruhi belajar, seperti: inteligensi, perhatian, minat, bakat,
motif, kematangan dan kesiapan.
1) Inteligensi
Inteligensi adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis yaitu
kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan ke dalam situasi baru dengan
cepat dan efektif, mengetahui dan menggunakan konsep-konsep yang
abstrak secara efektif, mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan
cepat.
Inteligensi besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar. Dalam situasi
yang sama, seseorang yang memiliki inteligensi yang tinggi akan berhasil
daripada yang memiliki inteligensi rendah.
2) Perhatian
“Perhatian adalah pemusatan energi psikis yang tertuju kepada sesuatu
objek pelajaran atau dapat dikatakan sebagai sedikit banyaknya kesadaran
yang menyertai aktivitas belajar”
Untuk menjamin hasil belajar yang baik, maka seorang mahasiswa harus
memiki perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya, jika bahan pelajaran
tidak menjadi perhatiannya maka timbullah kebosanan sehingga ia tidak
lagi suka belajar.
3) Minat
Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang
beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus
menerus yang disertai dengan rasa senang. Jadi berbeda dengan perhatian,
karena perhatian sifatnya sementara dan belum tentu diikuti dengan
perasaan senang, sedangkan minat didikuti dengan perasaan senang dan
dari situ diperoleh kepuasan.
Minat besar pengaruhnya terhadapa belajar, karena bahan pelajaran yang
dipelajari tidak sesuai dengan minat mahasiswa. Mahasiswa tidak akan
belajar dengan sebaik-baiknya karena tidak ada daya tarik baginya.
4) Bakat
Bakat adalah kemampuan untuk belajar. Kemampuan itu baru akan
terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar atau berlatih.
Bakat mempengaruhi belajar. Bahan pelajaran/mata kuliah yang diambil
sesuai dengan bakatnya maka hasilnya mahasiswa yang bersangkutan akan
senang belajar dan giat dalam meraih prestasinya.
5) Motif
Motif erat sekali hubungannya dengan tujuan yang akan dicapai. Untuk
mencapai tujuan itu perlu berbuat sedangkan yang menjadi penyebab
berbuat adalah motif sendiri sebagai daya penggerak dan pendorong.
Dalam proses belajar haruslah diperhatikan apa yang dapat menjadi motif
seorang mahasiswa sehinga memiliki perhatian dalam merencanakan dan
melaksanakan kegiatan yang menunjang belajar.
6) Kematangan
Kematangan adalah suatu tingkat/fase dalam pertumbuhan seseorang. Belajar akan lebih berhasil jika anak sudah siap (matang).
4) Kesiapan
Kesiapan adalah kesediaan untuk memberi response atau bereaksi.
Kesediaan itu timbul dari dalam diri seseorang dan juga berhubungan
dengan kematangan, karena kematangan berarti kesiapan untuk melaksanakan
kecakapan. Kesiapan ini perlu diperhatikan dalam proses belajar. Karena
jika siswa belajar dan padanya sudah ada kesiapan, maka hasil
belajarnya akan lebih baik.
C. Faktor Kelelahan
Kelelahan pada seseorang walaupun sulit untuk dipisahkan tetapi dapat
dibedakan menjadi dua macam, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan
rohani.
Kelelahan jasmani ditandai dengan lemah lunglainya tubuh dan timbul
kecenderungan untuk membaringkan tubuh. Kelelahan jasmani terjadi karena
kekacauan substansi sisa pembakaran di dalam tubuh, sehingga darah
kurang lancar pada bagian tertentu. Kelelahan rohani dapat terlihat
dengan adanya kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan dorongan untuk
menghasilkan sesuatu hilang.
Kelelahan ini sangat terasa pada bagian kepala dengan pusing-pusing
sehingga sulit berkonsentrasi, seolah otak kehabisan daya untuk bekerja.
Dari uraian ini maka dapatlah dimengerti bahwa kelelahan mempengaruhi
belajar. Agar siswa dapat belajar dengan baik maka perlu diusahan agar
kondisi tubuh bebas dari kelelahan.
kadri-blog.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar