INDRA - Faktor-faktor yang
mempengaruhi keberhasilan belajar itu dapat dibagi menjadi 2 bagian besar yaitu
faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal
1) Faktor biologis (jasmaniah)
Keadaan jasmani yang perlu diperhatikan, pertama kondisi fisik yang normal atau
tidak memiliki cacat sejak dalam kandungan sampai sesudah lahir. Kondisi fisik
normal ini terutama harus meliputi keadaan otak, panca indera, anggota tubuh.
Kedua, kondisi kesehatan fisik. Kondisi fisik yang sehat dan segar sangat
mempengaruhi keberhasilan belajar. Di dalam menjaga kesehatan fisik, ada beberapa
hal yang perlu diperhatikan antara lain makan dan minum yang teratur, olahraga
serta cukup tidur.
2) Faktor Psikologis
Faktor psikologis yang mempengaruhi keberhasilan belajar ini meliputi segala
hal yang berkaitan dengan kondisi mental seseorang. Kondisi mental yang dapat
menunjang keberhasilan belajar adalah kondisi mental yang mantap dan stabil.
Faktor psikologis ini meliputi hal-hal berikut. Pertama, intelegensi.
Intelegensi atau tingkat kecerdasan dasar seseorang memang berpengaruh besar
terhadap keberhasilan belajar seseorang. Kedua, kemauan. Kemauan dapat
dikatakan faktor utama penentu keberhasilan belajar seseorang. Ketiga, bakat.
Bakat ini bukan menentukan mampu atau tidaknya seseorang dalam suatu bidang,
melainkan lebih banyak menentukan tinggi rendahnya kemampuan seseorang dalam
suatu bidang.
Faktor Eksternal
1) Faktor lingkungan keluarga
Faktor lingkungan rumah atau keluarga ini merupakan lingkungan pertama dan
utama pula dalam menentukan keberhasilan belajar seseorang. Suasana lingkungan
rumah yang cukup tenang, adanya perhatian orangtua terhadap perkembangan proses
belajar dan pendidikan anak-anaknya maka akan mempengaruhi keberhasilan
belajarnya.
2) Faktor lingkungan sekolah
Lingkungan sekolah sangat diperlukan untuk menentukan keberhasilan belajar
siswa. Hal yang paling mempengaruhi keberhasilan belajar para siswa disekolah
mencakup metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa
dengan siswa, pelajaran, waktu sekolah, tata tertib atau disiplin yang
ditegakkan secara konsekuen dan konsisten.
3) Faktor lingkungan masyarakat
Seorang siswa hendaknya dapat memilih lingkungan masyarakat yang dapat
menunjang keberhasilan belajar. Masyarakt merupkan faktor ekstern yang juga
berpengruh terhadap belajar siswa karena keberadannya dalam masyarakat.
Lingkungan yang dapat menunjang keberhasilan belajar diantaranya adalah,
lembaga-lembaga pendidikan nonformal, seperti kursus bahasa asing, bimbingan
tes, pengajian remaja dan lain-lain.
Dengan meperhatikan faktor-faktor tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil
belajar seseorang dan dapat mencegah siswa dari penyebab-penyebab terhambatnya
pembelajaran.
Selasa, 27 Desember 2011
Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Proses penilaian terhadap hasil belajar dapat memberikan informasi kepada guru tentang kemajuan siswa dalam upaya mencapai tujuan-tujuan belajarnya melalui kegiatan belajar. Selanjutnya dari informasi tersebut guru dapat menyusun dan membina kegiatan-kegiatan siswa lebih lanjut, baik untuk keseluruhan kelas maupun individu.
Hasil belajar dibagi menjadi tiga macam hasil belajar yaitu : (a). Keterampilan dan kebiasaan; (b). Pengetahuan dan pengertian; (c). Sikap dan cita-cita, yang masing-masing golongan dapat diisi dengan bahan yang ada pada kurikulum sekolah, (Nana Sudjana, 2004:22).
Fase-Fase dalam Belajar
Secara Spikologis, pada umumnya ada
8 fase dalam belajar, dan pada masing-masing fase itu terjadi proses-proses.
a. Fase Motivasi
· Timbulnya motivasi (dorongan belajar) dalam diri mahasiswa.
· Dua jenis motivasi :
(1). Motivasi Intrinsik
Dorongan yang timbul dalam
diri mahasiswa, karena stimulus (rangsangan) dari dalam dirinya
sendiri. Stimulus itu antara lain minat, bakat, cita-cita, kepuasan melakukan
sesuatu dengan berhasil.
(2). Motivasi Ekstrinsik
Dorongan yang timbuk dalam diri
mahasiswa, karena stimulus dari luar, seperti penghargaan atas kinerja,
pujian, atau upah yang diberikan pihak lain.
· Kedua motivasi itu sangat penting dalam belajar, tetapi motivasi
intrinsik yang paling penting
(prinsip 1.3 dan 1.8 Perkuliahan Bermutu I). Apabila motivasi sudah timbul
dalam diri mahasiswa, proses keinginan (untuk belajar) sudah terjadi.
· Konsep “Pemenuhan Kebutuhan Pelanggan” adalah
berdasarkan teori motivasi.
Pemerhatian:
Pemerhatian (pemberian) p-erhatian
pada materi perkuliahan yang sedang (akan segera) disajikan. Ini timbul dengan
baik setelah ada motivasi.
·
Ada tiga proses yang terjadi :
(1). Proses memperhatikan
(2). Proses menanggapi (memasukkan
kedalam persepsi)
(3). Proses memahami.
·
Kuat-lemahnya proses-proses itu
banyak bergantung pada cara
penyajian materi kuliah, situasi belajar pengajar, dan motivasi dimaksud diatas
c. Fase Pemerolehan
·
Pemerolehan :
Proses memahami (memeroleh) arti
materi kuliah, dan memasukkannya kedalam ingatan jangka pendek (short-term
memory), dan dari sana akan disimpan dalam ingatan jangka panjang(long-term
memory). Proses ini disebut juga pelambangan (encoding).
·
Dosen berperan penting dalam membuat
kuat-lemahnya proses ini.
d. Fase Penyimpanan
·
Apa yang sudah dipahami dan
dimasukkan kedalam ingatan
jangka pendek dimasukkan dalam
ingatan jangka panjang kemudian, dan disimpan disana dalam jangka waktu yang
lama.
·
Apa sesungguhnya yang terjadi dalam
ingatan jangka panjang tidak diketahui dengan jelas.
Yang pasti ialah bahwa kapasitas
ingatan ini sangat besar.
e. Fase Pengingatan
·
Pengingatan :
Proses mengingat kembali apa yang
telah dipelajari (disimpan dalam ingatan jangka panjang)
·
Pengingatan terjadi apabila ada
tuntutan dari luar, misalnya, pertanyaan atau masalah yang dihadapi.
·
Dosen berperan penting dalam
meningkatkan kemampuan (Kecepatan dan ketepatan) mahasiswa dalam pengingatan.
Proses yang terjadi dalam pengingatan disebut juga pelepasan lambang
(decoding).
f. Fase Generalisasi
·
Generalisasi :
Proses mengingat dan mempergunakan
apa yang telah dipelajari. Dari segi bahasa, pada fase ini mahasiswa dapat
menyatakan apa yang telah dipelajarinya dengan kata – kata (bahasa) sendiri
secara baik . Fase inilah sesungguhnya tujuan akhir belajar. Kemampuan Generalisasi
adalah indikator mutu pemahaman mahasiswa tentang materi kuliah. Pada fase ini
juga berkembang daya kritis dan berpikir mandiri.
·
Fase ini disebut juga transfer
(pengetahuan sudah menjadi milik mahasiswa).
g. Fase Kinerja
·
Ini adalah proses dimana mahasiswa
membuktikan pemahamannya tentang materi kuliah melalui perbuatan (kinerja),
seperti jawabnya atas pertanyaan dalam ujian, atau sikapnya dalam menghadapi
masalah.
h. Fase Umpan Balik
·
Fase ini sesungguhnya sejalan dengan
fase kinerja, karena dari kinerja diperoleh juga umpan balik.
·
Dalam fase ini mahasiswa mengetahui
tingkat pemahamanya tentang materi kuliah dari kinerjanya sendiri, dalam arti
hasil yang diperoleh dari kinerja kerja itu, seperti nilai ujian, respon yang
diberikan dosen, dll.
·
Umpan balik berguna untuk
peningkatan (perbaikan) mutu. Dari umpan balik dapat diketahui apa yang harus
diperbaiki.
Jumat, 09 Desember 2011
Konsep Multiple Intelegensi Menurut Prof. Dr. Howard Gardner
Konsep
Multiple Intelegensi (MI), menurut Gardner (1983) dalam bukunya Frame of
Mind: The Theory of Multiple intelegences, ada delapan jenis kecerdasan yang
dimiliki setiap individu yaitu linguistik, matematis-logis, spasial,
kinestetik-jasmani, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis. Melalui
delapan jenis kecerdasan ini, setiap individu mengakses informasi yang akan
masuk ke dalam dirinya. Karena itu Amstrong (2002) menyebutkan, kecerdasan
tersebut merupakan modalitas untuk melejitkan kemampuan setiap siswa dan
menjadikan mereka sebagai sang juara, karena pada dasarnya setiap anak cerdas.
Sebelum menerapkan MI sebagai suatu strategi dalam pengembangan potensi
seseorang, perlu kita kenali atau pahami ciri-ciri yang dimiliki seseorang.
1. Kecerdasan
Linguistik,
umumnya memiliki ciri antara lain (a) suka menulis kreatif, (b) suka mengarang
kisah khayal atau menceritakan lelucon, (c) sangat hafal nama, tempat, tanggal
atau hal-hal kecil, (d) membaca di waktu senggang, (e) mengeja kata dengan
tepat dan mudah, (f) suka mengisi teka-teki silang, (f) menikmati dengan cara
mendengarkan, (g) unggul dalam mata pelajaran bahasa (membaca, menulis dan
berkomunikasi).
2. Kecerdasan
Matematika-Logis,
cirinya antara lain: (a) menghitung problem aritmatika dengan cepat di luar
kepala, (b) suka mengajukan pertanyaan yang sifatnya analisis, misalnya mengapa
hujan turun?, (c) ahli dalam permainan catur, halma dsb, (d) mampu menjelaskan
masalah secara logis, (d) suka merancang eksperimen untuk membuktikan sesuatu,
(e) menghabiskan waktu dengan permainan logika seperti teka-teki, berprestasi
dalam Matematika dan IPA.
3. Kecerdasan
Spasial
dicirikan antara lain: (a) memberikan gambaran visual yang jelas ketika
menjelaskan sesuatu, (b) mudah membaca peta atau diagram, (c) menggambar sosok
orang atau benda persis aslinya, (d) senang melihat film, slide, foto, atau
karya seni lainnya, (e) sangat menikmati kegiatan visual, seperti teka-teki
atau sejenisnya, (f) suka melamun dan berfantasi, (g) mencoret-coret di atas
kertas atau buku tugas sekolah, (h) lebih memahamai informasi lewat gambar
daripada kata-kata atau uraian, (i) menonjol dalam mata pelajaran seni.
4. Kecerdasan
Kinestetik-Jasmani,
memiliki ciri: (a) banyak bergerak ketika duduk atau mendengarkan sesuatu, (b)
aktif dalam kegiatan fisik seperti berenang, bersepeda, hiking atau skateboard,
(c) perlu menyentuh sesuatu yang sedang dipelajarinya, (d) menikmati kegiatan
melompat, lari, gulat atau kegiatan fisik lainnya, (e) memperlihatkan
keterampilan dalam bidang kerajinan tangan seperti mengukir, menjahit, memahat,
(f) pandai menirukan gerakan, kebiasaan atau prilaku orang lain, (g) bereaksi
secara fisik terhadap jawaban masalah yang dihadapinya, (h) suka membongkar
berbagai benda kemudian menyusunnya lagi, (i) berprestasi dalam mata pelajaran
olahraga dan yang bersifat kompetitif.
5. Kecerdasan
Musikal
memiliki ciri antara lain: (a) suka memainkan alat musik di rumah atau di
sekolah, (b) mudah mengingat melodi suatu lagu, (c) lebih bisa belajar dengan
iringan musik, (d) bernyanyi atau bersenandung untuk diri sendiri atau orang lain,
(e) mudah mengikuti irama musik, (f) mempunyai suara bagus untuk bernyanyi, (g)
berprestasi bagus dalam mata pelajaran musik.
6. Kecerdasan
Interpersonal
memiliki ciri antara lain: (a) mempunyai banyak teman, (b) suka bersosialisasi
di sekolah atau di lingkungan tempat tinggalnya, (c) banyak terlibat dalam
kegiatan kelompok di luar jam sekolah, (d) berperan sebagai penengah ketika
terjadi konflik antartemannya, (e) berempati besar terhadap perasaan atau
penderitaan orang lain, (f) sangat menikmati pekerjaan mengajari orang lain,
(g) berbakat menjadi pemimpin dan berperestasi dalam mata pelajaran ilmu
sosial.
7. Kecerdasan Intrapersonal memiliki ciri
antara lain: (a) memperlihatkan sikap independen dan kemauan kuat, (b) bekerja
atau belajar dengan baik seorang diri, (c) memiliki rasa percaya diri yang
tinggi, (d) banyak belajar dari kesalahan masa lalu, (e) berpikir fokus dan
terarah pada pencapaian tujuan, (f) banyak terlibat dalam hobi atau proyek yang
dikerjakan sendiri.
8. Kecerdasan
Naturalis,
memiliki ciri antara lain: (a) suka dan akrab pada berbagai hewan peliharaan,
(b) sangat menikmati berjalan-jalan di alam terbuka, (c) suka berkebun atau
dekat dengan taman dan memelihara binatang, (d) menghabiskan waktu di dekat
akuarium atau sistem kehidupan alam, (e) suka membawa pulang serangga, daun
bunga atau benda alam lainnya, (f) berprestasi dalam mata pelajaran IPA,
Biologi, dan lingkungan hidup.
Keunikan yang dikemukakan Gardner adalah, setiap kecerdasan dalam upaya mengelola informasi bekerja secara spasial dalam sistem otak manusia. Tetapi pada saat mengeluarkannya, ke delapan jenis kecerdasan itu bekerjasama untuk menghasilkan informasi sesuai yang dibutuhkan.
Keunikan yang dikemukakan Gardner adalah, setiap kecerdasan dalam upaya mengelola informasi bekerja secara spasial dalam sistem otak manusia. Tetapi pada saat mengeluarkannya, ke delapan jenis kecerdasan itu bekerjasama untuk menghasilkan informasi sesuai yang dibutuhkan.
Langganan:
Postingan (Atom)