Selasa, 27 Desember 2011

Fase-Fase dalam Belajar


Secara Spikologis, pada umumnya ada 8 fase dalam belajar, dan pada masing-masing fase itu terjadi proses-proses.


a.  Fase Motivasi
·         Timbulnya motivasi (dorongan belajar) dalam diri mahasiswa.
·         Dua jenis motivasi :
                        (1). Motivasi Intrinsik
Dorongan yang timbul dalam diri   mahasiswa, karena stimulus (rangsangan) dari dalam dirinya sendiri. Stimulus itu antara lain minat, bakat, cita-cita, kepuasan melakukan sesuatu dengan berhasil.
                        (2). Motivasi Ekstrinsik
Dorongan yang timbuk dalam diri mahasiswa, karena  stimulus dari luar, seperti penghargaan atas kinerja, pujian, atau upah yang diberikan pihak lain.
·         Kedua motivasi itu sangat penting dalam belajar, tetapi motivasi
intrinsik yang paling penting (prinsip 1.3 dan 1.8 Perkuliahan Bermutu I). Apabila motivasi sudah timbul dalam diri mahasiswa, proses keinginan (untuk belajar) sudah terjadi.
·         Konsep “Pemenuhan Kebutuhan Pelanggan” adalah
      berdasarkan  teori motivasi.



b. Fase Pemerhati
Pemerhatian:
Pemerhatian (pemberian) p-erhatian pada materi perkuliahan yang sedang (akan segera) disajikan. Ini timbul dengan baik setelah ada motivasi.
·           Ada tiga proses yang terjadi :
(1). Proses memperhatikan
(2). Proses menanggapi (memasukkan kedalam persepsi)
(3). Proses memahami.
·           Kuat-lemahnya proses-proses itu banyak bergantung pada cara
        penyajian materi kuliah, situasi belajar pengajar, dan motivasi dimaksud diatas



c. Fase Pemerolehan
·           Pemerolehan :
Proses memahami (memeroleh) arti materi kuliah, dan memasukkannya kedalam ingatan jangka pendek (short-term memory), dan dari sana akan disimpan dalam ingatan jangka panjang(long-term memory). Proses ini disebut juga pelambangan (encoding).
·            Dosen berperan penting dalam membuat kuat-lemahnya proses ini.

d. Fase Penyimpanan
·           Apa yang sudah dipahami dan dimasukkan kedalam ingatan
jangka pendek dimasukkan dalam ingatan jangka panjang kemudian, dan disimpan disana dalam jangka waktu yang lama.
·           Apa sesungguhnya yang terjadi dalam ingatan  jangka panjang tidak diketahui dengan jelas.
     Yang pasti ialah bahwa kapasitas ingatan ini sangat besar.



     e. Fase Pengingatan
·           Pengingatan :
Proses mengingat kembali apa yang telah dipelajari (disimpan dalam ingatan jangka panjang)
·           Pengingatan terjadi apabila ada tuntutan dari luar, misalnya, pertanyaan atau masalah yang dihadapi.
·           Dosen berperan penting dalam meningkatkan kemampuan (Kecepatan dan ketepatan) mahasiswa dalam pengingatan. Proses yang terjadi dalam pengingatan disebut juga pelepasan lambang (decoding).



f. Fase Generalisasi
·           Generalisasi :
Proses mengingat dan mempergunakan apa yang telah dipelajari. Dari segi bahasa, pada fase ini mahasiswa dapat menyatakan apa yang telah dipelajarinya dengan kata – kata (bahasa) sendiri secara baik . Fase inilah sesungguhnya tujuan akhir belajar. Kemampuan Generalisasi adalah indikator mutu pemahaman mahasiswa tentang materi kuliah. Pada fase ini juga berkembang daya kritis dan berpikir mandiri.
·           Fase ini disebut juga transfer (pengetahuan sudah menjadi milik mahasiswa).



g. Fase Kinerja
·           Ini adalah proses dimana mahasiswa membuktikan pemahamannya tentang materi kuliah melalui perbuatan (kinerja), seperti jawabnya atas pertanyaan dalam ujian, atau sikapnya dalam menghadapi masalah.



h. Fase Umpan Balik
·           Fase ini sesungguhnya sejalan dengan fase kinerja, karena dari kinerja diperoleh juga umpan balik.
·           Dalam fase ini mahasiswa mengetahui tingkat pemahamanya tentang materi kuliah dari kinerjanya sendiri, dalam arti hasil yang diperoleh dari kinerja kerja itu, seperti nilai ujian, respon yang diberikan dosen, dll.
·           Umpan balik berguna untuk peningkatan (perbaikan) mutu. Dari umpan balik dapat diketahui apa yang harus diperbaiki.
     


Urutan fase – fase diatas adalah yang umum (standar). Tetapi dapat juga terjadi bahwa urutan itu tidak diikuti, misalnya langsung ke fase pemerhatian atau pemerolehan. Perubahan ini dapat terjadi terutama karena situasi belajar mengajar yang dihadapi, termasuk cara – cara penyajian materi kuliah oleh dosen. Tetapi bagaimanapun, fase – fase tersebut perlu diperhatikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar