Secara Spikologis, pada umumnya ada
8 fase dalam belajar, dan pada masing-masing fase itu terjadi proses-proses.
a. Fase Motivasi
· Timbulnya motivasi (dorongan belajar) dalam diri mahasiswa.
· Dua jenis motivasi :
(1). Motivasi Intrinsik
Dorongan yang timbul dalam
diri mahasiswa, karena stimulus (rangsangan) dari dalam dirinya
sendiri. Stimulus itu antara lain minat, bakat, cita-cita, kepuasan melakukan
sesuatu dengan berhasil.
(2). Motivasi Ekstrinsik
Dorongan yang timbuk dalam diri
mahasiswa, karena stimulus dari luar, seperti penghargaan atas kinerja,
pujian, atau upah yang diberikan pihak lain.
· Kedua motivasi itu sangat penting dalam belajar, tetapi motivasi
intrinsik yang paling penting
(prinsip 1.3 dan 1.8 Perkuliahan Bermutu I). Apabila motivasi sudah timbul
dalam diri mahasiswa, proses keinginan (untuk belajar) sudah terjadi.
· Konsep “Pemenuhan Kebutuhan Pelanggan” adalah
berdasarkan teori motivasi.
Pemerhatian:
Pemerhatian (pemberian) p-erhatian
pada materi perkuliahan yang sedang (akan segera) disajikan. Ini timbul dengan
baik setelah ada motivasi.
·
Ada tiga proses yang terjadi :
(1). Proses memperhatikan
(2). Proses menanggapi (memasukkan
kedalam persepsi)
(3). Proses memahami.
·
Kuat-lemahnya proses-proses itu
banyak bergantung pada cara
penyajian materi kuliah, situasi belajar pengajar, dan motivasi dimaksud diatas
c. Fase Pemerolehan
·
Pemerolehan :
Proses memahami (memeroleh) arti
materi kuliah, dan memasukkannya kedalam ingatan jangka pendek (short-term
memory), dan dari sana akan disimpan dalam ingatan jangka panjang(long-term
memory). Proses ini disebut juga pelambangan (encoding).
·
Dosen berperan penting dalam membuat
kuat-lemahnya proses ini.
d. Fase Penyimpanan
·
Apa yang sudah dipahami dan
dimasukkan kedalam ingatan
jangka pendek dimasukkan dalam
ingatan jangka panjang kemudian, dan disimpan disana dalam jangka waktu yang
lama.
·
Apa sesungguhnya yang terjadi dalam
ingatan jangka panjang tidak diketahui dengan jelas.
Yang pasti ialah bahwa kapasitas
ingatan ini sangat besar.
e. Fase Pengingatan
·
Pengingatan :
Proses mengingat kembali apa yang
telah dipelajari (disimpan dalam ingatan jangka panjang)
·
Pengingatan terjadi apabila ada
tuntutan dari luar, misalnya, pertanyaan atau masalah yang dihadapi.
·
Dosen berperan penting dalam
meningkatkan kemampuan (Kecepatan dan ketepatan) mahasiswa dalam pengingatan.
Proses yang terjadi dalam pengingatan disebut juga pelepasan lambang
(decoding).
f. Fase Generalisasi
·
Generalisasi :
Proses mengingat dan mempergunakan
apa yang telah dipelajari. Dari segi bahasa, pada fase ini mahasiswa dapat
menyatakan apa yang telah dipelajarinya dengan kata – kata (bahasa) sendiri
secara baik . Fase inilah sesungguhnya tujuan akhir belajar. Kemampuan Generalisasi
adalah indikator mutu pemahaman mahasiswa tentang materi kuliah. Pada fase ini
juga berkembang daya kritis dan berpikir mandiri.
·
Fase ini disebut juga transfer
(pengetahuan sudah menjadi milik mahasiswa).
g. Fase Kinerja
·
Ini adalah proses dimana mahasiswa
membuktikan pemahamannya tentang materi kuliah melalui perbuatan (kinerja),
seperti jawabnya atas pertanyaan dalam ujian, atau sikapnya dalam menghadapi
masalah.
h. Fase Umpan Balik
·
Fase ini sesungguhnya sejalan dengan
fase kinerja, karena dari kinerja diperoleh juga umpan balik.
·
Dalam fase ini mahasiswa mengetahui
tingkat pemahamanya tentang materi kuliah dari kinerjanya sendiri, dalam arti
hasil yang diperoleh dari kinerja kerja itu, seperti nilai ujian, respon yang
diberikan dosen, dll.
·
Umpan balik berguna untuk
peningkatan (perbaikan) mutu. Dari umpan balik dapat diketahui apa yang harus
diperbaiki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar